SNSD - Oh! (Japan Ver.)

Selasa, 23 April 2013

Analisa Leksikal Program nilai total dengan PASCAL




NAMA    : Frans Setiawan
KELAS  : 3KA28
NPM       : 12110871

 Analisa Leksikal Program nilai total dengan PASCAL



Hasil analisa leksilal:
1. Identifier (uts, uas, total)
2. reserve word (var, real, begin, clrscr, write, readln, writeln, end)
3. Nilai Konstanta (0.7, 0.3)
4. Operator (+, *,:=, >=) 



Coding



Penjelasan: jika dilihat dari sintaks nilai total ini maka kita gunakan variable uts sebagai nilai uts, uas sebagai nilai uas, dan total sebagai hasil dari perhitungan nilai uts dan uas. Lalu clrscr berfungsi agar jika di run tulisan di atas akan hilang, lalu masukkan nilai uts dan uas, lalu hitung total nilainya, setelah itu diproses dan setelah selesai maka hasil dari total, nilai uts, nilai uas, dan gradenya itu akan diketahui lalu selesai.









Senin, 15 April 2013

Silogisme



Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). Contoh:
   Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
   Akasia adalah tumbuhan (premis minor).
  Akasia membutuhkan air (Konklusi)
Hukum-hukum Silogisme Katagorik.
  • Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga.
Contoh:
   Semua yang halal dimakan menyehatkan (mayor).
   Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor).
   Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi).
  • Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga.
Contoh:
   Semua korupsi tidak disenangi (mayor).
   Sebagian pejabat korupsi (minor).
   Sebagian pejabat tidak disenangi (konklusi).
  • Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan.
Contoh:
   Beberapa politikus tidak jujur (premis 1).
   Bambang adalah politikus (premis 2).
Kedua premis tersebut tidak bisa disimpulkan. Jika dibuat kesimpulan, maka kesimpulannya hanya bersifat kemungkinan (bukan kepastian). Bambang mungkin tidak jujur (konklusi).
  • Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpulan dapat diambil jika salah satu premisnya positif.
Contoh:
   Kerbau bukan bunga mawar (premis 1).
   Kucing bukan bunga mawar (premis 2).
Kedua premis tersebut tidak mempunyai kesimpulan
  • Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Contoh; semua ikan berdarah dingin. Binatang ini berdarah dingin. Maka, binatang ini adalah ikan? Mungkin saja binatang melata.
  • Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya akan salah.
Contoh:
   Kerbau adalah binatang.(premis 1)
   Kambing bukan kerbau.(premis 2)
   Kambing bukan binatang ?
Binatang pada konklusi merupakan term negatif sedangkan pada premis 1 bersifat positif
  • Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna ganda kesimpulan menjadi lain.
Contoh:
   Bulan itu bersinar di langit.(mayor)
   Januari adalah bulan.(minor)
   Januari bersinar dilangit?
  • Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklsinya.
Contoh:
   Kucing adalah binatang.(premis 1)
   Domba adalah binatang.(premis 2)
   Beringin adalah tumbuhan.(premis3)
   Sawo adalah tumbuhan.(premis4)
Dari premis tersebut tidak dapat diturunkan kesimpulannya


Silogisme Hipotetik
Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:
  • Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh:
   Jika hujan saya naik becak.(mayor)
   Sekarang hujan.(minor)
   Saya naik becak (konklusi).
  • Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya.
Contoh:
    Jika hujan, bumi akan basah (mayor).
    Sekarang bumi telah basah (minor).
    Hujan telah turun (konklusi)
  • Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent.
Contoh:
   Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul.
   Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa.
   Kegelisahan tidak akan timbul.
  • Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya.
Contoh:
   Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.
   Pihak penguasa tidak gelisah.
   Mahasiswa tidak turun ke jalanan.
Hukum-hukum Silogisme Hipotetik Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting menentukan kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar. Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, maka hukum silogisme hipotetik adalah:
  • Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
  • Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
  • Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
  • Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.

Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain. Contoh:
   Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
   Nenek Sumi berada di Bandung.
   Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan. Contoh entimen:
  • Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
  • Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.



    http://id.wikipedia.org/wiki/Silogisme

Minggu, 17 Maret 2013

Tugas Artikel Bahasa Indonesia 2



Saat ini perkembangan teknologi komputasi dan internet sudah mendampingi hampir semua aspek dikehidupan manusia. Untuk kegiatan yang semakin kompleks tentunya diperlukan alat bantu komputasi dan alat komunikasi yang mudah untuk dibawa. Banyaknya fasilitas wifi di banyak lokasi saat ini memudahkan dalam pertukaran informasi dengan lebih cepat, sehingga keberadaan ponsel pintar atau biasa disebut smartphone dapat menggantikan fungsi komputer untuk beberapa pekerjaan.           
Pesatnya penggunaan ponsel pintar di Indonesia mulai terlihat pada beberapa tahun ini. Kehadiran ponsel pintar dengan sistem operasi yang handal memudahkan para user dalam melakukan pekerjaan dimanapun dia berada. Salah satunya ada sistem operasi Android yang dikembangkan oleh Google dan mendapat dukungan penuh dari Google seperti GoogleMaps, Gmail dan sebagainya.Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile yang berbasis Linux yang dikeluarkan oleh Google Inc pada bulan  November 2007, bersifat open source sehingga para pengembang dapat membuat aplikasi sendiri untuk perangkat mobile sesuai dengan kebutuhan. Pemrograman perangkat ini menggunakan bahasa pemrograman Extensible Markup Language(XML) dan Java yang dikhususkan untuk platform ini, sehingga aplikasi yang dibuat tidak dapat dijalankan pada perangkat mobile lain seperti: Symbian OS dan Blackberry OS yang juga mendukung aplikasi berbasis java. Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler.
            Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

Fitur-Fitur Android
            Android memiliki beberapa fitur yang menarik bagi yang ingin mengembangkan aplikasi, diantaranya sebagai berikut:
-           Application Framework yang memungkinkan penggunaan dan penghapusan komponen yang tersedia.
-     Dalvik Virtual Machine, yaitu mesin virtual yang dioptimalkan untuk perangkat mobile.
-           Graphic Library, yang mendukung grafik 2D dan 3D berdasarkan OpenGL Library.
-      Media Supported, yang mendukung beberapa media seperti: audio, video, dan berbagai format gambar(MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, PNG, GIF). 
-      Hardware Independent, mendukung GSM, Bluetooth, EDGE, 3G,  Wifi, kamera, Global Positioning System(GPS), kompas, dan accelerometer.

Komponen Dasar
            Komponen aplikasi pada Android terdiri dari empat komponen utama, yaitu:
Activities
            Activities merupakan potongan kode executable yang menyajikan UI secara visual dimulai oleh pengguna maupun sistem operasi dan berjalan selama diperlukan. Activities biasanya sesuai dengan tampilan layar, masing-masing Activities menunjukkan satu layar untuk pengguna. Activities yang tidak aktif dijalankan dapat dimatikan oleh sistem operasi untuk menghemat memori.
Services
            Services tidak memiliki visual UI, melainkan berjalan di latar belakang untuk waktu yang tidak terbatas. Contoh dari Services adalah MP3 player yang akan terus memainkan file MP3 sesuai urutan file, walaupun pengguna menggunakan aplikasi lain. Services ini dapat dijalankan secara manual atau secara otomatis ketika Android pertama kali dihidupkan. Services dapat dimatikan secara manual oleh pengguna atau mati sampai tidak diperlukan.
Broadcast Receiver
            Broadcast receiver merupakan komponen yang menerima dan bereaksi untuk menyiarkan pengumuman. Banyak siaran berasal dalam kode sistem, misalnya pengumuman bahwa zona waktu telah berubah, baterai lemah, bahwa gambar telah diambil, atau bahwa pengguna mengubah preferensi bahasa. Aplikasi juga dapat melakukan siaran misalnya untuk membiarkan aplikasi lain tahu bahwa beberapa data telah di-download ke perangkat dan tersedia sehingga dapat digunakan.
Content Provider
            Content Provider diciptakan untuk berbagi data dengan Activities lain atau Services. Sebuah Control Provider menggunakan antarmuka standar dalam bentuk URI (Uniform Resource Indicator) untuk memenuhi permintaan data dari aplikasi lain. 


Referensi:  
Mulyadi. 2010. Membuat Aplikasi Untuk Android. Yogyakarta: Multimedia
Center Publishing